Text
Sabar Membawa Memar
Aduy mendapatkan surat dari orang tuanya di kampung yang dititipkan pada Mang Arsadi, si tukang cimol. Dengan susah payah, akhirnya Mang Arsadi berhasil memberikan surat itu pada Aduy. Isi surat mengatakan bahwa Aduy harus bersabar dalam menjalani masa pendidikan di Kota Serang. Tidak boleh cepat marah yang bisa menyebabkan permusuhan.
Gaya Aduy yang sok akrab setiap menyapa teman-temannya membuat ia cepat terkenal di kampus. Ada yang senang, namun ada juga yang mencibir, termasuk Farhan cs. Farhan dibakar cemburu lantaran Citra lebih banyak bersama Aduy saat di kampus.
Hingga suatu hari, di taman kampus yang sepi, aduy diserang Farhan cs. Smeula Aduy mengalah, mengingat wejangan dariabah dan emaknya untuk selalu bersabar.
Hingga akhirnya Aduy teringat pesan guru silatnya. Kalau sabar itu ada batasnya, jangan sampai sabar membawa memar. Maka Aduy melawan. Emosinya mulai memuncak. Saat situasi memanas, Wulan dan Citra, dua wanita yang disukai Aduy, datang.
Berhasilkah Aduy menahan emosi dan tetap sabar seperti pesan orang tuanya? Ikuti terus perjalanan Aduy, si Anak Baduy yang ingin jadi sarjana.
| P00445B | 813 GOL s | My Library (800 4) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain