Text
Azab Dan Sengsara
Novel azab dan sengsara ini menceritakan perbedaan sosial yang bertemakan kawin paksa. Pada saat novel Azab dan sengsara diterbitkan itu sudah masuk di era modern. Karena sudah masuk di era modern maka perjodohan dianggap aneh. Karena bukan jamannya siti nurbaya lagi. Dalam novel ini menceritakan bahwa wanita itu lemah. Padahal bagi masyakarat jaman dahulu, wanita yang bercerai dengan suaminya masih dianggap sebagai sesuatu yang kurang baik. Entah mengapa hingga saat ini pun kedudukan janda sebagian masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Padahal era kini, banyak wanita mandiri yang mampu berjuang untuk dirinya sendiri dan anak-anaknya. Sayangnya, banyak pula lelaki yang menyepelekan dari status seorang wanita yang sudah bercerai.Apalah bedanya dengan masa kini, bukankah manusia masih menggunakan materi sebagai tolak ukur derajat manusia itu sendiri. Betapa kaum pinggiran disepelekan oleh mereka yang berduit. Pernikahan pun masih banyak yang dilandasi oleh materi. Walaupun kini sudah tak jaman lagi menjodoh-jodohkan anak, tetapi umumnya anak orang kaya hanya akan disetujui pernikahannya oleh kedua orang jika calon menantunya adalah anak dari golongan yang sederajat.
Betapa adat istiadat yang baik perlu kita lestarikan karena itu merupakan warisan nenek moyang kita, tetapi jika dirasa kurang baik dan berfaedah sebaiknya perlu kita pikirkan kembali tentang adat istiadat tersebut.
| P00380B | 813 SIR a | My Library (800 4) | Tersedia |
| P00433B | 813 SIR a | My Library (800 4) | Tersedia |
| P00489B | 813 SIR a | My Library (800 4) | Tersedia |
| P00615B | 813 SIR a | My Library (800 5) | Tersedia |
| P00616B | 813 SIR a | My Library (800 5) | Tersedia |
| P00971B | 813 SIR a | My Library (800 7) | Tersedia |
| P00974B | 813 SIR a | My Library (800 7) | Tersedia |
| P01030B | 813 SIR a | My Library (800 8) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain