Text
Kucing Penunggu Susteran
Setiap bertemu kembali dengan Suster Magda, sepulang mengajar di sekolah, Lukas Kucingo melompat turun dari bangku dan langsung menjulur-julurkan kaki supaya digendong. Setelahnya ia dapat menikmati suara Suster Magda yang selembut daging ikan. Juga menatap senyum manisnya—senyum itu seperti bibir ikan mujair digoreng—yang terhadapnya, ia tak pernah bosan. Dan kedua hal itu adalah alasan Lukas Kucingo untuk tidak pernah meninggalkan susteran, ia setia menunggu seberapa terlambat pun Suster Magda pulang. Selain itu, Lukas Kucingo juga doyan terhadap semua sentuhan Suster Magda. Tengkuk yang dicubit-cubit. Jemari digarukkan ke dagu sampai leher menenangkan perasaan Lukas Kucingo. Termasuk ciuman. Satu-dua ciuman didaratkan ke pipi Lukas Kucingo memekarkan bunga di hatinya, sehingga cita-cita agar selalu hidup bersama semakin tumbuh membesar.
| P02633B | 813 MAN k | My Library (800 12) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain