Text
Silent Demon : Kasus#1 Sugi dan Laura
Sugi sedang menghabiskan tetes terakhir espresso yang dipesannya. Suasana M Bloc Space mulai sepi, karena waktu menunjukkan hampir tengah malam. Sugi menghisap rokok kesebelasannya untuk hari ini. Ia kemudian memandang sekelilingnya dan memutuskan untuk tinggal sedikit lebih lama di tempat itu.
Sugi kemudian berniat untuk mampir ke tempat yang sedang hits di kalangan anak muda itu setelah dari kantor. Toh dia juga belum tua-tua amat, meskipun kantong matanya semakin tebal. Sugi memilih salah satu kafe yang berada di bagian pinggir, yang tidak sepi, tetapi juga tidak ramai. Ia mengambil tempat duduk di luar, di bagian pojokan supaya tidak terlalu mencolok.
Beberapa kursi diisi oleh anak muda yang nyaring, yang membahas topik yang tidak Sugi pahami. Dia kemudian mengusap kepalanya yang pusing, karena gadis itu mendadak kabur. Sugi lalu menghela napas panjang saat ponsel yang tergeletak di meja berbunyi, karena ada pesan WhatsApp masuk. Pesan itu menginstruksikan Sugi untuk segera ke MRT Senayan, karena ada bule perempuan yang tewas.
| P03713B | 813 FIN s | My Library (800 14) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain